Showing posts with label Cebong. Show all posts
Showing posts with label Cebong. Show all posts

Monday, December 10, 2018

Cebby si Kodok Songong

Diceritakan bahwa di dalam hutan rimba, terdapat seekor kodok yang jutek dan juga super sombong. Kodok atau katak yang satu ini punya kegemaran mengurusi urusan binatang lain tetapi tidak ingin urusan pribadinya dibicarakan. Dan yang paling parah adalah, Cebby suka ceroboh tetapi tidak ingin disalahkan atas kecerobohan yang dilakukannya sendiri.

Kehidupan di hutan belantara memang tidak akan luput dari gosip. Kalau di dunia manusia, ada pepatah bahwa "tiap dinding bertelinga", yang maknanya tidak ada yang bisa disembunyikan, semua kabar akan mudah diketahui oleh orang banyak. Begitu juga di hutan belantara, setiap helai rerumputan dapat menyampaikan pesan, setiap batang pohon senantiasa memperhatikan dan mendengarkan apa saja yang terjadi di dalam hutan. Walau pun demikian, pohon dan rerumputan memang sejatinya tidak bisa mendengarkan dan berbicara, tetapi begitu lah seisi hutan, semua cerita dan gosip dengan cepatnya menyebar ke seluruh pelosok hutan.

Suatu ketika, Cebby si kodok jutek sedang belanja kebutuhan sehari-hari, lalu Cebby memasuki pasar hutan dengan riangnya. Saat ingin membayar barang-barang yang dia beli, ternyata Cebby tidak membawa dompet, hanya membawa telpon genggamnya saja. Sudah mengantri lama di depan kasir, lalu saat membayar dengan angkuh si Cebby berkata sambil menyodorkan telpon genggamnya, "saya mau bayar pakai paypal, bisa kan?". Akan tetapi kasir super market berkata, "maaf, kami hanya menerima cash atau kartu debit". Cebby kemudian marah, "super market apa ini, kudet.. nggak update dengan metode pemayaran digital, ya sudah.. saya bayar pakai Google Pay". Kembali lagi petugas kasir sampaikan, "maaf tuan, kami hanya menerima pembayaran tunai atau kartu debit". Hmmm, Cebby akhirnya melemparkan semua belanjaannya di meja kasir, sambil berkata, "ya sudah, kalau memang tidak bisa bayar pakai akun digital, mending ini super market disebut toko kelontong atau toko jadul saja, pay pall dan google pay nggak bisa dipakai bayar, payah nih, super market ndesoooo". Sejurus kemudian, dengan langkah sombong, Cebby meninggalkan super market hutan begitu saja. Sedangkan binatang lain yang sedang mengantri di kasir hanya bisa menggelengkan kepala atas tingkah Cebby, si Kodok Songong.

Padahal, semua ini terjadi akibat kecerobohan Cebby yang pergi belanja tanpa membawa dompetnya, akhirnya Cebby pun berakting dengan gaya songongnya, merendahkan supermarket yang dianggap kurang update dengan metode pembayaran non tunai seperti Pay Pal dan Google Pay. Dan, sebenarnya ada rahasia lain, Cebby sebenarnya tidak punya saldo baik di akun Pay Pal maupun Google Pay nya, semua dilakukan hanya untuk menutupi kecerobohannya saja.

Cerita Cebby cepat menyebar di seluruh hutan belantara, sampai-sampai pemilik super market pun merenung. Boss supermarket berkata dalam hatinya, "Pembayaran pakai Pay Pal dan Google Pay, boleh juga sih.. Tapi kan ada potongan biaya adminisrasinya..? Hmmmm, bagaimana ya..? coba aku bicarakan kepada semua pemegang saham, mungkin bisa dijadikan inovasi dalam pembayaran non tunai".

Keesokan harinya, semua super market dan juga gerai toko yang bekerja sama dengan bisnis super market telah memasang sticker pengumuman dengan tulisan, "kami menerima pembayaran dengan Pay Pal, Google Pay, dan pembayaran non tunai lainnya". Saat Cebby keluar dari rumahnya, disaksikannya bagaimana di jalan-jalan, di toko-toko, di super market dan mini market menerima pembayaran non tunai seperti yang disampaikan oleh Cebby. "Aaah, gawat ini.." begitu pikiran si Cebby, "bisa ketahuan nih kalau Pay Pal dan Google Pay milikku nggak ada saldonya".

Dan begitu lah, berangsur-angsur, pembayaran non tunai menjadi salah satu pembayaran yang diterima di semua toko, merchant, tenant dan juga gerai-gerai besar. Cebby.. mau sombong pakai cara apa lagi..? Mungkin kalau ketinggaaln dompet, Cebby akan berlagak mau bayar pakai BitCoin... ha.. ha.. ha.. ada-ada saja...

#FinTech #EraDigital #HutanBelantara

Si Raja Kodok

Walau pun Kodok bukan lah raja hutan, tetapi terdapat seekor kodok yang dijadikan raja diantara kodok-kodok lainnya. Raja Kodok bernama Osas, menjadi raja bukan kekuasaan karena turun temurun atau pun disebabkan partai pengusung yang memenangkan pemilu layaknya dunia manusia, tetapi karena Osas memang seekor kodok yang bijak dan juga bertubuh besar dan tegap. Hal ini menyebabkan Kodok lain pun segan dan hormat padanya.

Sebagai Raja Kodok, Osas sering mendapatkan laporan-laporan ketidak beresan dari Kodok-kodok lainnya di dalam hutan. Akan tetapi dengan kebijaksanaan dan kecerdasannya, Osas dapat menyelesaikan masalah itu dengan baik tanpa menimbulkan permasalahan. Yah, begitulah Osas, Kodok yang kuat lagi bijaksana, yang menjadi Raja bukan karena manipulasi data pemilih akan tetapi karena pilihan mayoritas Kodok seluruh rimba raya karena kemampuan dan kecerdasannya, karena faktor internal yang dimiliki Osas dengan tanpa meninggalkan faktor eksternal dari pendukungnya. Osas yang bijak lagi cerdas terkadang mendapatkan undangan pertemuan pemimpin binatang satu wilayah danau hutan. Pertemuan itu dihadiri oleh beberapa perwakilan binatang yang bertempat tinggal di danau hutan seperti Raja kura-kura, Raja Buaya, Raja Ular, Raja Ikan, Raja Biawak dan sebagainya.

Suatu ketika, diadakan pertemuan dengan agenda utama tentang pertumbuhan ekonomi di kawasan danau hutan. Perang dagang antara dua kerajaan adi daya di hutan yaitu Kerajaan Babi dan Kerajaan Kera sedikit banyak telah berdampak kepada perekonomian di kawasan danau hutan. Kurs mata uang di masing-masing kerajaan sering terkoreksi akibat kebijakan ekonomi global yang ditetapkan oleh Kerajaan Kera maupun kerajaan Babi. Akan tetapi seluruh pimpinan kerajaan kawasan danau hutan bersepakat untuk menyatukan barisan, yaitu dengan kemudahan perijinan perdagangan antar kerajaan, dan penentuan kurs mata uang acuan yang ditetapkan flat, tidak berpengaruh terhadap fluktuasi nilai mata uang masing-masing kerajaan terhadap mata uang kerajaan Kera yang selalu mendominasi hutan rimba raya.

Saat Osas Raja Kodok diberi kesempatan berbicara di depan khalayak undangan, Osas berdiri dengan gagahnya dan berpidato tanpa membawa teks. Osas membuka pidatonya dengan kalimat penyemangat kepada semua kerajaan di kawasan danau hutan, "saudara-saudaraku sekalian, para binatang penghuni danau hutan di rimba raya, saya bangga menjadi salah satu dari kalian, saya pun bangga bahwa tekanan ekonomi global yang sulit saat ini masih membuat kita tetap bersatu. Memang benar, perang dagang antar dua kerajaan besar yang sedang terjadi saat ini dan berpengaruh kepada perekonomian masing-masing kerajaan kita, maka.. kita perlu melakukan manuver yang signifikan dalam kebijakan ekonomi kita, jika perlu.. mari kita berdagang antar kita sendiri. Kita kurangi perdagangan dengan mereka, dan mari kita memajukan ekonomi masing-masing kerajaan dengan meningkatkan perdagangan sesama kita. Sungguh, tidak akan binasa kita jika tidak membeli mobil-mobil mewah mereka, tidak akan menderita kita jika tidak membeli barang-barang murah dari kerajaan Babi, tetapi kita akan jaya jika kita saling mengisi sesama kita. Sebagaimana cerita game yang sedang digandrungi anak muda beberapa tahun belakangan ini, Mobile Legend atau ML, setiap kita adalah Hero, setiap kita adalah pahlawan, tetapi kita hanya bisa memenangkan pertempuran jika kita saling mengisi dengan menyamakan target target capaian kita, yaitu makmur dan maju bersama". Pidato Osas pun disambut dengan gemuruh standing applause yang sungguh meriah. Kemudian Osas menutup pidatonya dengan bagian ref lagu yang sedang trend di jagad IG, bukan deen assalam, bukan.. kalian salah duga, dan juga bukan tentang jainuddin atau pajero, tetapi lagu yang sangat dikenal oleh seluruh binatang di hutan, yaitu lagu Hei Tayo, "Hei Tayo, Hei Tayo, dia bis kecil ramah.. dst".

Osas meninggalkan podium masih dengan gemuruh tepuk tangan yang panjang, ternyata Raja Osas sungguh raja yang kekinian dan tidak kudet dengan perkembangan informasi di media sosial. Walau pun Osas termasuk Kodok generasi X tetapi masih bisa mengikuti perkembangan informasi di generasi milenial. Sungguh luar biasa, dan emejing.. Pidato Osas tentang ML mulai merebak di media elektronik bahkan menjadi salah satu cuitan dengan hashtag paling banyak. Walau pun demikian, tetap ada yang nyinyir dengan pernyataan dan statement Osas si Raja Kodok, salah satu nyinyiran yang menghiasi media adalah tentang Raja Game, "sebenarnya Osas itu Raja Kodok atau Raja Game, yang diurusi ML, mestinya kalau bikin pidato lebih greget lagi, fokus tentang kemajuan kerajaan, bukan malah bahas game". Atau nyinyiran tentang penggal lagu Hei Tayo dalam pidato, "suara cempreng, mau nyanyi pula.. hei tayo, hei tayo.. kenapa nggak sekalian hei infrastruktur, hei dana ibadah, aku pakai investasi, melompat, melaju, datangkan pekerja asing".

Yah, begitu lah adanya.. yang dilakukan Osas, bagi para pembenci, tidak pernah ada yang benar, Osas beribadah pada Tuhan pun masih dinyinyirin, apalagi kalau bicara salah, pasti langsung digoreng habis. Adil lebih baik, apresiasi semua prestasi, dan beri support agar kerajaan menjadi lebih baik. Suka nyinyir nanti hatinya busuk, semua prilaku akan berdampak pada jasad. Kalau keram otak baru tau rasa.. Ayok, bicara yang baik-baik, tapi kalau tidak bisa bicara yang baik, diam saja... mungkin lebih baik.

#NyinyirBermartabat #TahunPolitik #OsasSiRajaKodok #KampretManaKampret #DamaiYuk #CebbyJugaMakhluk (?)