Showing posts with label Badak. Show all posts
Showing posts with label Badak. Show all posts

Friday, December 28, 2018

Monyet Adu Domba (Bagian 3)

Begitu lah ulah Mohax, berita bohong yang disebarkannya menyebabkan kedua jenis binatang perkasa di hutan berseteru. Gajah memendam amarah dan Badak menyimpan dendam, semua ini diakibatkan berita bohong belaka.

Setelah rapat di majelis tinggi hutan rimba, Raja Hutan pun memutuskan memanggil mereka berdua yaitu Gajah dan Badak, serta memanggil Mohax si penyebar berita bohong. Mereka bertiga disidang dan dihadiri oleh seluruh pembesar di kerajaan hutan. Kuda memulai pembicaraan, "bagaimana sampai terjadi, perselisihan antara Badak dan Gajah sudah menjadi berita yang viral, bahkan anak-anak pun membicarakannya". Jerapah ikut menimpali kalimat Kuda, "sungguh keterlaluan, jangan lah kalian mudah terhasut oleh berita-berita yang dipelintir oleh media, bijak lah dalam bersikap, tetap jaga persatuan dan kesatuan warga hutan". Raja Hutan masih memperhatikan jalannya musyawarah dan sidang akbar yang diselenggarakan untuk memutuskan kasus perseteruan antara Badak dan Gajah.

Akhirnya si Monyet Bijak angkat bicara, "Mohax, sebagai bangsa monyet, jangan lah suka menyebar berita yang dibumbui adu domba dan provokasi, iya.. kami tahu bahwa media online mu jadi banyak pengunjung, dan tentu saja berdampak kepada peningkatan penghasilanmu, tetapi jangan dengan cara mencelakakan binatang lain". Mohax hanya bisa cengar cengir saja karena di dalam sidang, menjadi pusat perhatian seluruh binatang ahli majelis.

Kancil yang cerdik kemudian menyampaikan beberapa kalimat yang menyudutkan posisi Mohax, "menurut hemat saya, kita harus kembalikan ini berdasarkan perundangan yang berlaku di hutan rimba, khususnya penyalahgunaan media cetak maupun media online. Yang dilakukan oleh Mohax sudah tentu menyangkut pasal-pasal yang berkaitan erat dengan menyebarkan kebencian, perkataan bohong, dan banyak lagi pasal.. tetapi kita warga hutan, tidak bisa semena-mena seperti layaknya manusia, baiknya Mohax diberi surat teguran terkait tindakannya, dan Mohax harus membuat surat penyataan bahawa dirinya tidak akan melakukan hal serupa di kemudian hari. Jika Mohax masih membandel dan melanggar pernyataannya sendiri, maka dapat kita tindak tegas"

Semua ahli majelis pun menganggukkan kepala tanda setuju, sedangkan kemarahan dan dendam kedua binatang yang tadinya berseteru, mulai sedikit reda dan menyadari bahwa dalang kerusuhan ini sebenarnya bersumber dari Mohax yang menggoreng berita sehingga terkesan provokatif dan adu domba. Keduanya akhirnya berdiri berhadapan, kemudian bersalaman, dan saling memaafkan.

Wednesday, December 26, 2018

Monyet Adu Domba (Bagian 2)

Berita yang tersebar di hutan rimba tentang permusuhan antara Badak dan Gajah telah merebak ke seluruh penghuni hutan. Semua pun menduga-duga, seandainya keduanya berkelahi atau bahkan berperang, apa yang akan terjadi, siapa pemenangnya, dan banyak lagi pertanyaan.

Sebagian penghuni hutan pun mulai berspekulasi, tentang gajah dan juga Badak. Perseteruan antar keduanya sampai juga di telinga raja hutan. Raja Hutan memanggil para binatang kepercayaannya, seperti kancil, rusa, dan juga si Monyet Bijak.

Raja Hutan berkata, "perselisihan antara Badak dan Gajah sudah mulai tersebar ke seluruh hutan, seharusnya kita bisa mencegah pertarungan antara keduanya, jangan sampai terjadi keributan yang lebih besar lagi". Rusa berkata kepada Raja, "ini semua gara-gara berita yang tersebar sangat cepat, semestinya kedua belah pihak mampu menahan diri, agar suasana tidak semakin keruh. Keduanya harus bisa berbicara dengan kepala dingin, Jika keduanya tidak mau mengalah dan merasa benar sendiri, kerugian bukan hanya pada diri mereka saja, tetapi semua warga hutan akan terdampak".

Monyet Bijak hanya bisa diam. Tentu saja diam, karena Monyet Bijak tahu persis siapa yang membuat onar pertama kali, yaitu berita-berita yang disebar luaskan oleh Mohax, dari bangsa monyet sendiri. Kemudian, Monyet Bijak berkata, "sebaiknya keduanya kita panggil dan kita ajak berbicara, jangan sampai Gajah maupun Badak bertindak gegabah. Jika kedua jenis binatang ini sampai berperang, maka kerusakan dan kerugian bukan hanya akan menimpa mereka tetapi juga akan berdampak kepada seluruh warga hutan".

Saturday, December 22, 2018

Monyet Adu Domba (Bagian 1)

Di hutan rimba, terdapat seekor Monyet yang suka sekali mengadu domba sehingga terjadi pertengkaran dan perkelahian. Monyet tersebut bernama Mohax atau Monyet Suka Hoax. Hoax sendiri berarti berita bohong, karena memang Mohax dalam menjalankan aksi adu dombanya selalu menyebar berita hoax.

Suatu hari, Mohax berencana menimbulkan keributan antara gajah dan badak. Dua binatang perkasa ini akan diadu dombanya sehingga terjadi perkelahian antara gajah dan badak. Tujuannya sederhana, setiap momen dan kejadian akan diviralkan dan jika sudah viral, semakin banyak yang mengakses web milik Mohax. Semakin banyak yang akses, semakin besar pula kemungkinan Mohax mendapatkan keuntungan dari iklan.

Langkah pertama, dihasutnya gajah dengan statemen dan komentar miring tentang dirinya dan seakan badak sebagai pelakunya. Tersebar berita bahwa Badak adalah binatang paling kuat, tanduknya kokoh dengan badan yang perkasa. Otot tubuhnya yang menonjol menunjukkan bahwa badak memiliki tubuh terlatih, sangat berbeda dengan gajah yang tubuhnya penuh dengan lemak dan menggelambir.

Pemberitaan awal tersebar dangan cepat, Gajah pun murka dengan statement yang sudah terlanjur viral. Padahal statement tersebut tidak diucapkan oleh Badak, hanya tulisan yang dirangkai oleh Mohax untuk mengawali perkelahian antara Badak dan Gajah.

Mohax datang menemui Gajah, dan menanyakan beberapa pertanyaan yang menjebak, "hei Gajah, sudah baca berita hari ini kan.. Bagaimana pendapatmu tentang ucapan si Badak". Gajah mendengus dan dengan kepal tangan yang diacungkan ke udara, Gajah berkata, "Badak kurang ajar, menghina kami para gajah, ingin mampus mungkin dia.. Badak harus meminta maaf kepada kami para Gajah".

Dan berita susulan pun mulai terbit dengan headline provokatif, "Gajah ingin membunuh Badak". Hanya dalam hitungan menit, berita tersebut pun kembali viral, bahkan ucapan Gajah pun dijadikan komoditas dalam mendongkrak popularitas berita yang sudah terlanjur viral.

Bagaimana pihak Badak mensikapi berita tersebut..!? Badak siap perang, Badak siaga satu.. Hmmmm, bukan kah hal ini sangat tidak perlu untuk terjadi, tetapi itu lah sikap pihak Badak. Tanpa menunggu komando, Mohax segera membuat berita susulan atas statement yang dibuat oleh Badak. Mohax berpikir, "sepertinya akan terjadi berita super viral nih, pertarungan akbar antara Badak dan Gajah, mantab surantab". Kemudian terbit lah berita dengan judul, "Badak siaga satu, Badak siap perang melawan Gajah" Begitu lah berita hoax menyebar sangat cepat, dan tentu saja kondisi ini menganggu stabilitas nasional di hutan rimba raya.